Yoho(^o^)/.. kali ini saya curhat-curhatan dulu.
Flashback. Pertama saya suka anime ketika umur sekitar 4-6 tahun.. Dan memang benar jenisnya anime, bukan kartun barat. Yang saya inget namanya itu Super Gals dan Dr. Slump(masih inget gadis kecil yang suka
mainin kotoran:D).
Sebenarnya yang pertama *ngehasutin* itu kakak saya, segala yang berbau anime dan jejepangan pasti diliatin ke adeknya dengan wajah senang,, LOL.
Sampai sekarang saya selalu dapet informasi yang kayak gituan dari kakak. Musik, majalah, manga, OVA, kita bagi bagi secara ikhlas. Saya anggap kakak sendiri adalah master "otaku" dan "weaboo" wkwkwk.
Anime cocok untuk setiap kalangan dan jenisnya bukan seperti kartun barat. Tapi tetap saja ada yang bilang kalau anime itu kartun untuk anak kecil. Seperti ketika saya dan kakak sedang seru-serunya nonton anime, Ibu pasti bilang "masa udah gede masih nonton kartun".
Aduh, mungkin beberapa orang masih menyangka hiburan seperti itu hanya boleh ditonton oleh anak kecil, padahal kalau masuk lebih dalam tentang anime pasti kita bisa nemuin anime yang bergenre lebih *ekstrim*. Contohnya anime yang bergenre psychological, belum tentu anak kecil bisa ngerti atau bergenre ecchi yang hanya diperuntukkan 17+ karena gambar-gambarnya lebih vulgar.
Nah ada lagi orang yang masih beranggapan kalau anime itu cuma NARUTO, padahal masih banyak anime lain yang lebih seru dan unik, mungkin ada ribuan atau malah jutaan.
Gimana caranya kita menanggapi orang yang berpendapat seperti itu..? Nah saya beri saran jika mau tunjukin apa yang ada dipikiran kalian tentang anime.
1. Jelaskan secara rinci dan tenang apa itu anime dan asal usulnya
2. Jangan berikan dulu anime yang bergenre *vulgar* pertama kali. Bisa seperti "senjata makan tuan". Orang lain bisa salah paha tentang anime. (Yang lebih parah lagi salah paham terhadap kita)
3. Tunjukin anime yang ceritanya seru selain anime yang ada di tv tv
Seperti itu caranya tunjukin pendapat saya tentang anime. Semoga bermanfaat


Tidak ada komentar:
Posting Komentar